|
RE: Subject: "Buat brother ..., Pejuang Muslim dari Indonesia"
Mengapa memanggil saya "brother ...."?
Kalau anda memanggil saya "brother" karena kita
bersama berjuang untuk pendidikan bangsa saya
adalah bangga, terima kasih.
Tetapi kalau anda memanggil saya "brother ..."
karena kita satu agama saya tidak suka.
Sebenarnya saya tidak ingin menyebutkan secara
umum bahwa saya adalah Muslim walapun saya bangga
sebagai orang Islam. Mengapa?
Biasanya kalau orang-orang mencampur agama dengan
hal-hal yang lain (termasuk pendidikan) tujuannya politikal, mencari
perhatian, kepercayaan atau kekuasaan.
Saya berjuang untuk semua rakyat di Indonesia
biar mereka Muslim, Katolik, Kristian, Hindu,
Budha, atau yang lain-lain. Saya tidak ingin
orang-orang memperhatikan saya karena saya adalah
agama tertentu. Agama adalah hal pribadi, bukan
hal umum. Kalau agama menjadi hal umum, selalu
membesarkan masalahnya dan membuat lebih sulit
mencari solusi.
Kalau anda sudah ke Singapore anda sudah tahu
bahwa itu adalah negara yang penuh tolerensi
agama termasuk Islam. Tetapi anda tidak akan
mendengar masyarakat membahas agama kecuali kalau
anda sengaja tanya mereka.
Pendidikannya sudah bagus buat semua masyarakat,
negaranya adalah bersih, tertib, dan aman. Wanita
dapat jalan ke mana mana, jam berapa saja dan
aman. Tetapi anda tidak akan mendengar
Assalamu'alaikum, God Bless You, atau tanda agama
yang lain di tempat umum. Memang agama di negara
maju menjadi hal pribadi.
Di Indonesia kita sudah lama menggunakan agama
sebagai alat politik, dan selama ini kemajuan
kita adalah sangat terbatas.
Kita juga menggunakan agama sebagai topeng, untuk
menutup sifat yang benar. Melihat,
koruptor-koruptor mereka termasuk yang sangat
rajin memakai peci dan tanda agama yang lain.
Bagaimana orang di Depag sendiri? Bersih, Jujur?
Balik ke topiknya:
"Buat brother ..., Pejuang Muslim dari
Indonesia"
Kalau anda memanggil saya brother karena kita satu agama
saya tidak setuju dan tidak suka karena:
- Misalnya, Saddam Hussein adalah orang yang
"agama Islam" tetapi beliau sudah membunuh
ratusan ribu orang Islam. Bagaimana saya dapat
memanggil dia "brother", tidak mungkin.
(Membaca: Kurdistan Observer)
- Bom-bom di Indonesia terus membunuh orang kita
dan memalukan agama dan bangsa kita. Bagaimana
saya dapat memanggil pembuatnya "brother", tidak
mungkin.
- Berapa orang Islam sudah meninggal dunia di
tanggan orang Islam sendiri di Aceh?
- Juga banyak orang Islam, misalnya koruptor,
saya ingin melihat mereka masuk penjara selama
hidup.
Kita hanya dapat menilai orang dari kelakuannya,
jangan melihat orang dari agamanya.
Mohon jangan menyebut saya sebagai "Pejuang
Muslim dari Indonesia". Agama saya tidak penting
buat orang lain, saya berjuang untuk "semua
bangsa Indonesia".
Sebagai orang Islam yang baik, yang interlektual, yang penuh
pengertian dan toleransi, kita seharusnya dengan penuh hati merencanakan masa depan bangsa (pendidikan) bersama sehabat-sehabat kita yang peduli pendidikan dari semua agama untuk menjaminkan sukses kita, dan pendidikan yang terbaik buat anak kita semua.
Terima kasih.
...
|