Seputar Berita Pendidikan
"Apakah Kita Perlu Teknologi Pendidikan"
(Phillip Rekdale)
Sudah banyak sekali retorika mengenai pentingnya teknologi dalam peran pembelajaran (teknologi pendidikan). Disebut retorika karena biasanya tidak ada bukti yang ditunjukkan.
Kalau mutu pendidikan di negara maju dapat menurun walapun teknologi yang digunakan di bidang pendidikan sudah canggih sekali, mengapa Indonesia dapat percaya bahwa solusi pendidikan adalah teknologi pendidikan?
"E-Book Versi Cetak Dijual Lebih Murah di Pasaran"
(MenDikNas)
"JAKARTA--MI: Buku murah versi cetak yang telah diunduh (download) dari situs buku sekolah elektronik (BSE) sudah beredar di pasaran. Untuk itu, guru dan murid dapat langsung membeli buku tersebut di pasaran, dengan harga yang jauh lebih murah."
"Menurut Mendiknas, saat ini pemerintah sedang giat menggalakkan keberadaan buku pelajaran tingkat SD hingga SMA yang sangat terjangkau. ''Dengan kisaran harga antara Rp 4 ribu hingga Rp 20 ribu, siswa di Indonesia sudah bisa mendapatkan buku dengan kualitas yang cukup baik,'' jelasnya (24 Juni 2008)."
Mohon informasi harga dan informasi di mana "guru dan murid dapat langsung membeli buku tersebut" di daerah-daerah mereka.
Seharusnya Versi Cetak langsung dibuat dari awal, BSE Online tidak begitu bermanfaat - Membagi CD saja adalah lebih efektif.
"Anggota TNI Jadi Guru di Pedalaman Papua"
(Sekretaris Daerah: Sutedjo Suprapto)
"JAYAPURA--MI: Satuan Tugas (Satgas) TNI-AD dari berbagai kesatuan yang ditugaskan di pos-pos keamanan perbatasan antarnegara dan daerah terpencil di pedalaman Provinsi Papua, mempunyai andil besar dalam proses pencerdasan bangsa melalui pendidikan."
"Ia mengaku, kondisi SD dan SMP di pedalaman pada umumnya masih sangat memrihatinkan, sehingga dapat mempengaruhi mutu lulusan murid. Kondisi itu adalah kekurangan guru, karena ada SD Kelas I hingga Kelas VI hanya diajari satu atau dua orang guru, bahkan ada yang kosong, sehingga banyak murid SD yang lulus masuk SMP, namun kurang bisa membaca, menulis dan berhitung."
Apakah ini adalah peran TNI - Guru Sekolah?
Apakah kita perlu bangun IKIP-TNI?
Saran untuk TNI: Terima kasih atas bantuan terhadap kekurangan DepDikNas.
"Presiden: Jangan Ada Lagi Gedung Sekolah Rusak"
(Presiden)
"JAKARTA--MI: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pada Departemen Pendidikan Nasional dan para kepala daerah agar tidak ada lagi gedung sekolah yang rusak seiring dengan telah dipenuhinya anggaran 20 persen bagi pendidikan dalam APBN 2009."
"Pada para Gubernur, Bupati dan Walikota saya minta jangan ada lagi gedung sekolah yang memprihatinkan. Saya akan cek nanti ke wilayah-wilayah, kata Presiden saat membuka Olimpiade Astronomi dan Astrofisika di Istana Negara Jakarta, Rabu (20/8)."
Tidak usah jauh-jauh Pak.........
"70 Persen Gedung Sekolah di DKI Rusak"
"JAKARTA--MI: Sekitar 70% gedung SD-SMP di DKI Jakarta rusak. Untuk memperbaikinya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI harus meminta bantuan pemerintah pusat."
"Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) DKI Jakarta Sukesti Martono di Balai Kota, Kamis (21/8). Kita akui, memang lebih dari separuh sekolah di Jakarta memang rusak, karena itu kami akan mengajukan anggaran ke Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), kata mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta."
Kalau 70% sekolah rusak di Jakarta, bagaimana keadaan di daerah-daerah???
"Anggaran Pendidikan Dijamin tidak Bocor"
(Depdiknas)
"JAKARTA--MI: Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) optimistis anggaran pendidikan yang naik secara signifikan pada 2009, tidak akan mengalami kebocoran angggaran."
"Sebaliknya, anggaran yang nilainya Rp224 triliun atau 20% dari RAPBN 2009, benar-benar akan digunakan untuk pemerataan akses pendidikan, peningkatan mutu pendidikan, dan kesejahteraan guru."
Apa maksudnya, Pejabat-Pejabat di DepDikNas siap mengundurkan diri kalau anggaran pendidikan terbukti bocor???
"Mendiknas Kaget Dengar Dapat Tambahan Rp46,1 Triliun"
(Mendiknas)
"JAKARTA--MI: Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo mengatakan terkaget-kaget bahkan nyaris pingsan ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato kenegaraannya mengenai RAPBN 2009 Departemen Pendidikan Nasional akan mendapat tambahan lagi Rp46,1 triliun."
"Saya sampai terkaget-kaget bahkan nyaris pingsan mendengar pidato Presiden, kata Bambang saat mendampingi Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati memberikan penjelasan mengenai RAPBN 2009 di Jakarta, Jumat (15/8)."
Kita harus tanya, bagaimana komunikasi antara Presiden dan MenDikNas???
Anggaran hanya adalah hal pertama. Yang penting sekarang adalah manajemen anggaran pendidikan.
Kita harus ingat bahwa........