| 04/05/2001 - 08/06/2001 | 26/12/2000 - 28/04/2001 | Saran-Saran Terbaru |
|
|
Jawabannya:
TELEPHONE: - ADDRESS: Jl. Patehan Wetan No.01 Yogyakarta
Lukyastrin, Yogyakarta Jawabannya:
Terima kasih banyak - Mohon pengertihan dan berpartisipasi di Pendidikan Network TELEPHONE: (OPTIONAL) (0274 ) 515869 ADDRESS: Jln.Jetis Pasiraman 11 Yogyakarta
Berdasarkan rangkuman dari buku pelajaran kimia maka kegiatan ini semoga ada Manfaat dan berguna bagi para pendidik untuk di kembang lanjutkan pada murid-murid disekolah lebih dari itu diharapkan dapat merangsang/meningkatkan daya Kreasi Cipta lainnya bila di Jabarkan adalah ...... : Saran ini dipasang di bagian Artikel di Bahasan dan Tangapan Umum/seluruh LapisanCONTACT DETAILS: Suprapto TELEPHONE: ( 021 ) 48702049 ADDRESS: JL.Mangun Jaya Indah I, Rt.003/02 No.19, Kp.Siluman, TAMBUN-17510, Bekasi, West Java
COMMENTS: Saya saat ini tengah mengadakan studi bagi pengembangan dunia pendidikan. Karena keterbatasan sbg bukan org yg berkecimpung langsung dalam dunia pendidikan, saya mohon bantuan kepada teman-teman u/ dapat memberikan saran dan masukan ttg sektor ini. Sementara ini saya baru memiliki beberapa hipotesa permasalahan yaitu: 1. Sektor pendidikan bukan menjadi prioritas pembangunan pemerintah --> dilihat dari APBN secara historis Indonesia sangat kecil dibanding dg negara tetangga. DAn inilah yg menjadi salah satu pokok masalah. 2. Angka Partisipasi yg rendah --> dapat diakibatkan o/:
b. Diskriminasi Gender --> Di daerah masih banyak anggapan bhw perempuan tidak perlu meneruskan sekolah karena nantinya akan menjadi ibu rumah tangga. Yang menjadi prioritas adalah laki-laki krn akan menjadi pemimpin keluarga yg harus menghidupi keluarga. c. Kultural --> Didaerah banyak keluarga mampu tidak merasa perlu melanjutkan pendidikan anaknya karena si anak jika laki-laki secepatnya dapat membantu ayah meneruskan usaha dan yg perempuan dinikahkan pada usia muda d. Supply tidak merata dan tidak seimbang --> banyak didaerah tertentu terjadi penutupan sekolah(mis di Jkt beberapa SD ditutup krn gak ada murid) namun disisi lain byk kelas yg digunakan u/ menampung siswa secara berlebih shg tdk efektif dalam proses belajar mengajar.
b. Tingkat kelayakan mengajar guru rendah, mis u/ SLTP hanya 40% yg layak mengajar. c. Gaji guru rendah --> sehingga motivasi u/ menjadi guru rendah, byk yg menjadi guru krn tdk ada pekerjaan lain (mudah-mudahan tidak benar), sehingga inputan guru merupakan org dg kualitas "no. 2". GAji guru dibanding profesi lainnya sangat rendah dan jika dibandingkan dg negara tetangga maka gaji guru Indonesia terendah
b. Beban pelajaran sangat banyak c. metode belajar mengajar tdk efektiv --> cenderung pada menghapal bukan menganalisa d. Tidak mengakomodasi keragaman daerah e. dll ????
b. ketersediaan perpustakaan dan lab yg tidak merata dan sangat rendah -->SLTA = sekitar 50% memiliki lab, dan 65% memiliki perpustakaan c. u/ fasilitas lab bahasa dan komputer jauh lebih rendah d. efektivitas dan kualitas fasilitas sangat rendah --> banayk lab yg tidak digunakan/ nganggur, di beberapa tempat yg memiliki fasilitas ruang komputer diguanakn u/ kursus luar atao malah takut rusak jika digunakan 6. Desentralisasi pendidikan masih belum siap baik software maupun hardwarenya.
b. partisipasi masyarakat u/ peduli pada penyelenggaraan pendidikan rendah --> pendidikan masih menjadi kewajiban pemerintah c. dll??? Sementara ini hipotesa permasalahan masih seperti diatas. Saya sangat berharap teman-teman mampu memberikan masukan berupa identifikasi masalah dilingkungannya atau pun saran ttg solusi penyelesaiannya. Hasil studi ini insyaAllah akan dijadikan salah satu pertimbangan DPRRI dalam membahas REncana PEmbangunan TAhun 2002 (untuk APBN 2002) Sekali lagi saya sangat berharap masukan teman-teman yg mengetahui secara langsung dunia pendidikan dan telah lama berkecimpung didalamnya. Tanggapan dapat dikirim melalui alamat email berikut:hamzahriyadi@yahoo.com hamzahriyadi@lovemail.com awangriyadi@hotmail.com Saya tunggu masukan anda semua, Terima kasih Awang Riyadi CONTACT DETAILS: Awang Riyadi TELEPHONE: jam Kerja : 021-8304850 Rumah : 021-7993564 ADDRESS: Jl. Prof Dr Supomo 47, Gedung Bank Lippo lt.4
COMMENTS: Dear
concerned, my uncle Mr. E. Martowidjojo has a
precious book called: SASANGKA DJATI, author(s):
R.T. Hardjoprakoso & R. Trihardono Soemodihardjo,
publisher: PAGUJUBAN NGESTI TUNGGAL. This
precious book is a translated version from the Javanese
language (bahasa Djawa) into the Indonesian
language(bahasa Indonesia). My uncle is born in Surinam, his
roots are from Java Indonesia and he contols the Javanese
language. That's why he would highly appreciate
it, if he could get a Javanese version of this precious
book. Would you please be so kind to let me know what
the possible options are for getting this precious
book. Your efforts would be very much appreciated. TELEPHONE: ADDRESS:
Comments from the Webmaster: Thanks Doug. Schools can post jobs at the Pendidikan Network site IndoStaff.Net. However, I have placed links to teaching jobs directly in the Teachers' Corner and Principals' Corner sections [ Lowongan Kerja ] and I certainly welcome comments for improvements to the IndoStaff site.
CONTACT DETAILS: asep nurhuda TELEPHONE: (002)7798243 ADDRESS: smu al-ma'soem
CONTACT DETAILS: M.Y. Danang Sutowijoyo Cangkok Hadikusumo ( IBENK ) TELEPHONE: 513515 ADDRESS: yogya
TELEPHONE: 726 8024-781 1408 ADDRESS: Jl. Sultan Iskandar Muda, Bungur 2/7, Jakarta Selatan
COMMENTS: Untuk semua orang yang peduli akan perkembangan ketahanan mental intelektual bangsa ini. Melalui forum ini saya ingin mengungkapkan keprihatinan saya akan rendahnya minat baca di semua kalangan masyarakat terutama generasi mudanya. Terlihat korelasi yang jelas antara minat baca dan kualitas mental intelektual suatu bangsa. Sebagai contoh di Amerika, rata-rata jumlah buku yang dibaca seorang siswa sebanyak 20-30 buku per tahun sementara di Malaysia berkisar 12 buku per tahun ( angka tersebut saya baca dari informasi sekilas, mohon dikoreksi kalau salah). Bandingkan dengan Indonesia yang belum menembus angka 1 atau 2. Kategori ini adalah untuk buku yang dibaca atas kesadaran sendiri. Alasan klasik yang dikemukakan atas fakta diatas selalu dikaitkan dengan kondisi ekonomi sehingga buku atau bacaan tidak dapat dijangkau dengan alasan ketidaktersediaan angggaran. Alasan diatas tidak sepenuhnya benar karena kalau hanya faktor ekonomi yang menghambat maka sudah sewajarnya apabila seseorang akan mencari jalan dengan 1001 cara untuk mendapatkan informasi. Antara lain dengan membeli buku/majalah bekas, menjadi anggota suatu perpustakaan dll. Dalam hal ini kemauan adalah kekuatan yang utama.Tetapi dalam kasus di Indonesia, banyak kita temui bahwa lebih banyak uang yang kita habiskan untuk hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu kita butuhkan dan sifatnya konsumtif. Membeli asesoris untuk pakaian, telepon genggam untuk sekedar "ngerumpi"dll sebagai contohnya. Sedangkan untuk membeli buku atau bacaan edukatif lainnya hampir tidak ada dana sama sekali. Bagaimana kiranya saran dari rekan-rekan untuk menunmbuhkan kesadaran membaca setidaknya di lingkungan kita ( rumah, kantor, sekolah dll?? ) CONTACT DETAILS: Sidi Wirasmo, SpiTELEPHONE: ADDRESS: Taman Galaxy Blok U/42 Bekasi Selatan
Pada dasarnya saya bangga dengan acara/kegiatan
ini, smoga tuhan bersama kita. Amien....
TELEPHONE: (OPTIONAL) ADDRESS: Randubango rt 26 mojosari mojokerto jatim
COMMENTS: Saya tidak bisa memungkiri realita bahwa input siswa yang mendaftar menjadi siswa sekolah kami, SMU Muhammadiyah 6 Yogyakarta, dari segi prestasi akademik maupun prestasi lainnya seperti seni atau olah raga atau yang bersifat kreativitas sangat lemah. Sementara tuntutan kurikulum tetap harus terpenuhi, plus mata pelajaran yang menjadi ciri khas kemuhammadiyahan. Dengan input yang begitu lemah, saya selaku pengampu mata pelajaran Bahasa Inggris, merasa sangat berat untuk mengejar target kurikulum. Jika semua pengajar di sekolah saya melulu mengejar target kurikulum dengan jumlah mata pelajaran yang jauh lebih banyak daripada di sekolah negeri, padahal input kapasitas siswanya sangat lemah, maka tak heran yang ada adalah kenakalan sebagai kompensasi rasa stress para siswa. Mungkin hal ini juga dialami oleh hampir semua
sekolah swasta, tetapi yang terjadi di lingkup
sekolah Muhammadiyah, khususnya sekolah kami terasa
lebih kentara dampaknya. Untuk kebijakan perguruan Muhammadiyah secara umum, melihat kondisi tersebut, maka sekolah Muhammadiyah harus fokus kemana siswa akan dibawa. Jika ke science maka siswa diajak supaya menyukainya. Sementara jika ke keagamaan, maka pola penyampaian pelajaran tersebut harus lebih menitikberatkan ke praktek sehari-hari. Sehingga siswa tidak dibebani keharusan memikirkan lebih dari 20 mata pelajaran. Sementara sekian dulu yang bisa saya utarakan. Kebetulan saya temukan situs ini, jadi saya tidak membawa serta artikel berupa pemikiran sya tersebut tadi. Kepada siapa saja, saya mohon bantuan berupa tanggapan, kritikan atau komentar dari ungkapan hati saya di atas. Terima kasih kepada pengelola situs ini.CONTACT DETAILS: nurdin somantri, s.ag. TELEPHONE: 0274 374970 ADDRESS: jl. kh. wakhid hasyim no. 16 yogyakarta
Topik-Topik Saran Sebelumnya di Halaman 1 (26/12/00 - 28/04/2001)
mohon mengisi dan mengirim formulir di sini. (To forward comments or suggestions to the Webmaster please use this form.) |