SD & SLTPSekolah MenengahPerguruan TinggiPendidikan Network IndonesiaTeknologi & PendidikanSains & TeknologiMajalah Teknologi IndonesiaPenelitian Indonesia
 Home & Jaringan Kita
 Sekolah & Lembaga
 Berita Pendidikan
 Informasi
 Menganai Kami
 Teknologi Pendidikan
  
Keadaan IndonesiaIlmu Teknologi Pendidikan
Kebijakan & Pendidikan
Rasio Komputer:Siswa
Teknologi Standar Dunia
Pembelajaran & Internet
Dikotomi Teknologi
Internet Masuk Sekolah
Laptop Masuk Sekolah
Kebijakan Teknologi

Komputer
Pendidikan dan Komputer
Lembaga/Sekolah Komputer
Pelayanan IT / Komputer
Software Komputer
Hardware Komputer
Teknologi Terkait

Internet
Pendidikan dan Internet
Kiat Mendapatkan Dana
Pelayanan Desain Website
Pelayanan Website Hosting
Internet Service Provider
WAN Kota & Desa

Homepage
Membuat Homepage
HTML & JAVA

Teknologi Untuk Belajar
Garis Besar
Peralatan Audio-Visual
Bahan Audio-Visual
Lab IPA dan Komputer

Laboratorium Bahasa
Pendahuluan
Masalah2 Lab Bahasa
Model Baru
Model LabB/Self-Access
Manual LabB UpGrade
Perawatan Preventif
Model Bahan Sedehana
Suplier Lab Bahasa

  
 Inovasi Pendidikan Baru
  
Inovasi Pendidikan

  
 Pendidikan Penerbangan
  
Pendidikan Penerbangan

  
 Link-Link Khusus
  



Aspirasi Pendidikan Kita
Aspirasi Kita


Seks Bebas Sebenarnya?

  
 Mutasi Guru & Dosen
  
Keinginan Mutasi Guru & Dosen

  
 PTHP, SLTA & SLTP.Net
  

Perguruan Tinggi HP
[ PTHP.Net ]

Perguruan Tinggi (PT) termasuk semua jenis pendidikan setelah Sekolah Menengah (Swasta dan Negeri). Perguruan Tinggi bertanggungjawab untuk menjaminkan seorang mahasiswa/i akan mencapai suatu sukses di lapangan kerja dan menerapkan ilmu serta memiliki kemampuan sosial yang cukup untuk menganalisa, mengevaluasi, dan menciptakan sesuatu yang positive. Mahasiswa/i yang lulusan PT seharusnya mampu meningkatkan mutu hidup untuk lingkungannya maupun negaranya. Isinya di-update hampir setiap hari.



Sekolah Menengah HP
[ SLTA.Net ]

Homepage ini berisi informasi untuk semua Sekolah Menengah (SMU - SMK - MAN) di Indonesia supaya siswa-siswi, guru, kepala sekolah, dan pihak lain yang berminat yang bisa menggunakan Internet dapat saling mengenal dan berkomunikasi. Isinya dan pendaftaran siswa/i dan pendidik di-update hampir setiap hari. Mohon kunjungi Forum dan Buku Tamu kami. Saran-saran, informasi, peran serta aktif , dan bantuan Anda sangat bernilai tinggi. Semoga Anda dapat memanfaatkan homepage ini sekarang dan seterusnya.



Sekolah Dasar & Lanjutan
[ SLTP.Net ]

Homepage ini diisi informasi tentang Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan Sekolah Dasar (SD) di Indonesia. Homepage ini dibuat supaya siswa-siswi, guru, kepala sekolah, dan pihak lain yang berminat yang bisa menggunakan Internet dapat saling mengenal dan berkomunikasi. Kalau Anda anggota lingkungan SLTP/SD mohon mendaftar supaya jaringan komunikasi bisa di lanjutkan. Isinya dan pendaftaran siswa/i dan pendidik di-update hampir setiap hari. Mohon kunjungi Forum dan Buku Tamu kami.



  
 E-Mail Pendidikan Gratis
  

Nama:
Panggilan:

Nama@Pendidikan.zzn.com

Login:
Password:

Nama@Pendidikan.zzn.com

  
 100 Kunjungan Terakhir
  


  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

Selamat Datang Di Pojok Anti Korupsi IndonesiaSelamat Datang Di Sekolah Ambruk Kita

Selamat Datang Di Pendidikan Network Indonesia

Pendidikan.Network ini dimaksudkan untuk merangkum informasi yang berhubungan dengan perkembangan pendidikan yang terjadi dan untuk menyajikan sumber umum serta jaringan komunikasi forum bagi administrator sekolah, para pendidik dan para peminat lainnya. [Informasi Langganan Baru] - Hits Pendidikan.Net Bulan Januari, 2010 - 2.011.039

Berita Pendidikan
Profile Pendidikan Dalam Berita
Link Khusus Untuk Bapak Presiden


"DBE3 Telah Memenuhi Permintaan Presiden!"
(Inovasi Pendidikan DBE/USAID)

Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, pada saat membuka Temu Nasional 2009 di Jakarta, 29 Oktober 2009, menyatakan, “Saya minta Menteri Pendidikan Nasional untuk mengubah metodologi belajar-mengajar yang ada selama ini. Sejak taman kanak-kanak hingga sekolah menengah jangan hanya gurunya yang aktif , tetapi harus mampu membuat siswanya juga aktif.” (Kompas, 30 Oktober 2009)

Sejak tahun 2005 hingga sekarang, DBE3 menyelenggarakan pelatihan bagi guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas SMP/MTs di enam provinsi yang berfokus pada pengembangan pembelajaran yang menuntut siswa lebih aktif dalam proses belajar. Apa yang dilakukan oleh DBE3 sejalan dengan pernyataan presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Lengkap....

Dengan Program DBE3 Bersama Teknologi Tepat Guna (Appropriate Technology)
Kita Dapat Membuat Pendidikan Standar Dunia

(Phillip Rekdale - Pendidikan Network)


"KPAI: Pemerintah Harus Patuhi Putusan MA"
(Juru bicara Mahkamah Agung, Hatta Ali)

"Dengan itu, MA menguatkan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada 6 Desember 2007, yang menyatakan bahwa pemerintah telah lalai memberikan pemenuhan hak asasi manusia, khususnya hak pendidikan dan hak anak yang menjadi korban UN. Pemerintah juga dinilai lalai meningkatkan kualitas guru, sarana dan prasarana, sekaligus akses informasi yang lengkap di daerah sebelum pelaksanaan UN."

"Komisi Perlindungan Anak Indonesia, melalui siaran pers yang ditandatangani Ketua Hadi Supeno, Jumat, meminta pemerintah mematuhi putusan MA dengan tak lagi menyelenggarakan UN tahun ajaran 2010 dan tahun-tahun berikutnya sampai pemerintah bisa memenuhi kewajibannya menyediakan standar pendidikan lain secara memadai."

Yang jelas, kami di Pendidikan Network sangat setuju bahwa "pemerintah juga dinilai lalai" kalau melihat dari isu-isu seperti:

  • "Jumlah ruang kelas (SD dan SMP) rusak berat juga meningkat, dari 640,660 ruang kelas (2000-2004 meningkat 15,5 persen menjadi 739,741 (2004-2008)." (ICW) - Kelihatannya makin lama makin banyak yang rusak!

  • "JAKARTA - Indonesia Corrup­tion Watch (ICW) menilai, program sertifikasi guru tidak dapat meningkatkan profesionalisme guru. Alasannya, program itu amat ber­kaitan dengan pemberian tunjangan profesi. Bukan dengan peningkat­an kompetensi mengajar mereka".

  • Maupun memalukan: "Dinas pendidikan telah menjadi institusi paling korup dan menjadi isntitusi penyumbang koruptor pendidikan terbesar dibanding dengan institusi lainnya. Hal ini dapat dipahami mengingat adanya desentralisasi pendidikan yang disertai rendahnya kontrol atas dinas pendidikan dan jajarannya." ICW: Analisis 5 Tahun Pemberantasan Korupsi Pendidikan (2004-2009)

Informasi Isu-Isu Pendidikan Yang Lebih Lengkap

Mengapa KemenDikNas sibuk dengan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI), padahal kebanyakan sekolah belum Sekolah Bertaraf Nasional (SBN) saja? Bagaimana kita dapat menilaikan hasilnya siswa-siswi secara nasional oleh sekolah-sekolah yang belum SBN, apa lagi puluhan ribu sekolah adalah rusak atau ambruk?

Apa lagi, KemenDikNas kelihatannya masih ingin membagi uang untuk teknologi seperti e-Learning dan Internet yang tidak begitu bermanfaat di tingkat sekolah di negara maju yang mempunyai infrastruktur apa lagi di Indonesia di mana ada "Satu Komputer Untuk 2.000 Siswa dan dari jumlah total yang mencapai 200.000 sekolah, sekitar 182.500 sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA se-Indonesia belum terakses internet". Kebanyakan sekolah belum mempunyai cukup komputer untuk mengajar Mata Pelajaran TIK (yang penting untuk semua anak), apa lagi menggunakan komputer untuk pembelajaran, kan?

Meratakan Mutu Pendidikan dan Kesempatan Untuk Semua Anak Dulu!

Apakah adil kalau kita menilaikan siswa-siswi secara Ujian Nasional sebelum semua sekolah sudah aman, nyaman, kondusif maupun Bertaraf Nasional untuk semua pelajar?

"Hampir 80% Gedung Sekolah di Pesawaran Rusak"
(Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran)

Friday, November 13, 2009 10:05:00 -- PESAWARAN--MI: Sekitar 80% gedung sekolah di kabupaten Pesawaran, Lampung itu rusak. Berdasarkan pendataan yang dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran, ditemukan hampir 80% gedung sekolah yang tersebar di wilayah Pesawaran rusak dan perlu perbaikan, kata dia Pesawaran, Jumat (13/11).

"Gedung Sekolah Rusak" - Ahhhh... Biasa, Kan?
Pasti Sekolah Rusak & Korupsi Adalah Prioritas Utama KemenDikNas Kan?
"Menurut Febri, selama kurun waktu 2004-2009
Kerugian negara mencapai Rp 243,3 miliar."

"Arah Kebijakan Pendidikan Nasional Belum Jelas"
(Anggota Komisi X DPR Dedi S Gumelar)

"Di sisi lain, kata Heri, penyediaan internet secara massal di sekolah juga masih menyisakan masalah. Mendiknas sebelumnya, kata Heri, ternyata masih menunggak utang internet miliaran rupiah. Karena itu kami meminta agar Mendiknas dapat menuntaskannya penyelesaian utang tersebut terlebih dahulu, ujar Heri."

Mengapa Internet Masuk Sekolah DiDukung Oleh Banyak Bisnis?

Apakah Teknologi Adalah Solusi Untuk Pendidikan?


"Peningkatan Kualitas Guru Jadi Target Program 100 Hari KemenDikNas"
(Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh)

Pertanyaan Webmaster:

1. Re: "Kami akan melaksanakan pelatihan (upgrading) kepala sekolah selama 2010. Paling tidak ada 30.000 kepala sekolah/pengawas yang harus di-upgrade (ditatar) agar kualitas pendidikan kita juga akan meningkat, kata Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh."

Kelihatannya strategi ini (pelatihan/upgrading) tidak begitu berhasil sampai sekarang, mengapa? Apa yang akan berbeda dengan pelatihan pada tahun 2010?

Bagaimana Dengan Program Sertifikasi Guru? "ICW Soroti Sertifikasi KemenDikNas"
"JAKARTA - Indonesia Corrup­tion Watch (ICW) menilai, program sertifikasi guru tidak dapat meningkatkan profesionalisme guru. Alasannya, program itu amat ber­kaitan dengan pemberian tunjangan profesi. Bukan dengan peningkat­an kompetensi mengajar mereka".

2. Re: "Mendiknas mengatakan hal itu seusai membuka kegiatan finalis Lomba Kreasi dan Inovasi Media Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama Tingkat Nasional yang diikuti para guru dari seluruh Indonesia di Jakarta, Selasa (10/11)."

Dengan rasio: "Satu Komputer Untuk 2.000 Siswa dan dari jumlah total yang mencapai 200.000 sekolah, sekitar 182.500 sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA se-Indonesia belum terakses internet". Kebanyakan sekolah belum mempunyai cukup komputer untuk mengajar Mata Pelajaran TIK (yang penting untuk semua anak), apa lagi menggunakan komputer untuk pembelajaran, kan?

Yang jelas, Media Pembelajaran Berbasis-TIK tidak dapat membantu secara nasional, kan? Berarti bukan prioritas untuk KemenDikNasional kan?
Apakah Internet adalah isu penting?
Ref: TeknologiPendidikan.Com


Tetapi ada banyak isu lain yang sangat penting dan urgen, misalnya, "Jumlah ruang kelas (SD dan SMP) rusak berat juga meningkat, dari 640,660 ruang kelas (2000-2004 meningkat 15,5 persen menjadi 739,741 (2004-2008)." (ICW)

Pembelajaran di kelas (yang tidak rusak) oleh guru yang mampu dengan Teknologi Tepat Guna (appropriate) yang melaksanakan Pembelajaran Kontekstual (PAKEM) - masih adalah Cara Belajar Yang Terbaik (dan global).


3. Re: "Lebih lanjut Mendiknas mengatakan, terkait distribusi guru di daerah terpencil, terluar, dan tertinggal, pemerintah akan mengambil kebijakan khusus. bahkan, sebanyak 12 kepala dinas pendidikan provinsi dan 33 kepala dinas pendidikan kabupaten/kota telah diundang untuk memberikan masukan kebutuhan riil pendidikan di daerah terpencil."

"Dinas pendidikan telah menjadi institusi paling korup dan menjadi isntitusi penyumbang koruptor pendidikan terbesar dibanding dengan institusi lainnya. Hal ini dapat dipahami mengingat adanya desentralisasi pendidikan yang disertai rendahnya kontrol atas dinas pendidikan dan jajarannya."
Ref: ICW: Analisis 5 Tahun Pemberantasan Korupsi Pendidikan (2004-2009)

Bukan Memberantaskan Korupsi Isu Utama untuk Target Program 100 Hari KemenDikNas?
PojokAntiKorupsi.Com

"Inilah 8 PR Mendiknas.... "
(Lembaga-Lembaga Swadaya Masyarakat )

Delapan isu utama di bidang pendidikan tersebut harus diprioritaskan oleh Mendiknas Muhammad Nuh dalam rencana strategis pendidikan 2009-2014. Kedelapan isu tersebut adalah komersialisasi pendidikan, pengkajian ulang standarisasi pendidikan, anggaran pendidikan, sekolah gratis, kesejahteraan guru, korupsi pendidikan, reformasi birokrasi, dan kekerasan dan hak anak dalam pendidikan.

"Pelajar Mesti Melawan Globalisasi"
(Bupati Bantul Idham Samawi)

"YOGYAKARTA, KOMPAS.com-Bupati Bantul Idham Samawi menyatakan pelajar mesti mempunyai sikap perlawanan terhadap globalisasi yang hanya menjadikan penduduk bangsa ini berperilaku konsumtif. Pelajar tak perlu terseret dalam bingkai kurang gaul atau kurang modern."

"Lakukan perlawanan jika globalisasi itu hanya membuat kita menjadi konsumen yang digiring untuk terus berbelanja. Caranya sederhana, misalnya tak perlu fanatik datang ke mal dan menghabiskan uang di sana. Biar saya dicap ndeso karena tidak ke mal, ujarnya."

Saya setuju, tetapi bukan "Melawan Globalisasi" isunya, itu 'Marketing Yang Menggunakan Nama Globalisasi' Yang Perlu Diawasi. Isu-isu utama terhadap Globalisasi adalah Manajemen Negara Yang Efektif, SDM Yang Bermutu, Kreativitas Bangsa dan Bahasa Inggris, bukan beli barang atau produk teknologi. Kita bisa menghadapi globalisasi oleh membangunkan pertanian, industri, penelitian, dll. Mengapa teknologi digital disebut terus sebagai isu yang paling penting? Menguntungkan Siapa?

Yang tidak masuk akal adalah bahasa seperti "Hadapi Generasi Digital" yang sebenarnya tidak ada artinya, kami sudah lama "hidup di dunia digital"
.

Saya sudah bekerja di dunia digital di bidang pendidikan sejak tahun 1975 (zaman HP 2100A Mini Computers). Sejak waktu itu mahasiswa/i sudah memakai komputer dan kami juga menggunakan terminologi "Generasi Digital" di luar negeri. Pada akhir tahun 70an saya membantu siswa-siswi merakit komputer dan beberapa sekolah sudah mempunyai lab komputer. Sejak tahun 1984 kita sudah menggunakan komputer dan laboratorium bahasa yang digital untuk mendidik pelajar-pelajar di Indonesia, dan banyak siswa-siswi di SD saja sudah lama dan sudah biasa menggunakan peralatan digital, misalnya jam, hanfon, DVD, maupun warnet di kota besar.

Bagaimana kemajuan anak-anak kita yang tinggal di kota besar dan sudah lama mengakses dan menggunakan Internet, lebih pandai? "Rural students rule Olympiad"

Yang disebutkan terus adalah "akses informasi". Tetapi kebanyakan informasi adalah di dalam bahasa Inggris, berapa persen siswa-siswi kita dapat mengerti informasinya?

Salah satu isu pendidikan sekarang adalah bagaimana kita dapat "Menghadapi Era Informasi Tanpa Batas (Maupun Tanpa Kontrol)"? Misalnya akses ke Internet juga membawa banyak resiko untuk pelajar.

"Keberhasilan Sistem e-Learning Tergantung Pemerintah"
(Heru Sutartanto, Guru Besar Fakultas Ilmu Komputer UI)

Pertanyaan Webmaster:

Re: "Bisa disimpulkan bahwa saat ini tiga hal yang menjadi permasalahan bangsa adalah penyebaran SDM yang belum merata, tingkat partisipasi masuk perguruan tinggi yang masih rendah, serta pembangunan infrastruktur TIK yang masih timpang sehingga akses informasi masih terbatas"

Re: "Terbatas"
'Satu Komputer Untuk 2.000 Siswa' dan 'dari jumlah total yang mencapai 200.000 sekolah, sekitar 182.500 sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA se-Indonesia belum terakses internet'

Bukan Sangat Terbatas Sekali?
Ref: TeknologiPendidikan.Com

Re: "Tiga hal"
Tetapi Puluhan ribu sekolah dalam keadaan rusak atau ambruk termasuk 70% sekolah di DKI Jakarta, 30.000 Desa Belum Teraliri Listrik, dan 55 juta orang tidak memiliki akses terhadap sumber air yang aman, dan Korupsi Terjadi di Semua Level Penyelenggara Pendidikan, dan UN Tidak Ciptakan Proses Belajar Kreatif, dan kita perlu Setop Kurikulum Merugikan Siswa, juga 70% Lulusan SMA Tanpa Keterampilan Cari Kerja, dan Kemampuan Guru Harus Ditingkatkan, dan Ribuan Anak Cacat Usia Sekolah Belum Terlayani, dan Pendidikan Berkualitas Hanya untuk Orang Berduit, dan .........
Ref: http://teknologipendidikan.com/ims.html

Bagaimana dengan Isu-Isu yang lain?

Apakah e-Learning adalah penting sama sekali?

Yang Pasti e-Learning Bukan Prioritas Di Tingkat Sekolah, Kan?

Pendidikan yang paling bermutu adalah: "Pendidikan Berbasis-Guru yang Mampu dan Sejahtera, di Sekolah yang Bermutu, dengan Kurikulum yang Sesuai dengan Kebutuhan Siswa-Siswi dan "Well Balanced" (seimbang, dengan banyak macam keterampilan termasuk teknologi), yang Diimplementasikan secara PAKEM adalah solusi utama untuk menyiapkan anak-anak kita untuk menghadapi tantangan-tantangan masa depan."
(Ref: E-Pendidikan.Com)

Apa solusinya? - "Teknologi Tepat Guna"

Salam Pendidikan

Kelihatannya KemenDikNas Akan "On-Track"
"Kalau infrastruktur sekolahnya baik, maka proses belajar mengajar
juga akan berjalan dengan baik"

Mendiknas Fokus Perbaikan Infrastruktur Sekolah"Mendiknas Fokus Perbaikan Infrastruktur Sekolah"

"JAKARTA--MI: Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) pada Kabinet Indonesia Bersatu II, Mohammad Nuh menegaskan dirinya akan menargetkan perbaikan infrastruktur sekolah pada 100 hari pertama.

Pada 100 hari pertama saya menjabat saya akan memulai perbaikan sekolah rusak atau bocor, kata Mendiknas Mohammad Nuh.

Ia menjelaskan, selain perbaikan sekolah rusak di masa 100 hari pertama menjabat dirinya akan melakukan sejumlah hal
.

Yang pertama adalah melanjutkan program pendidikan tahun 2009 yang belum tuntas dan sudah ditetapkan pada pemerintahan menteri sebelumnya. Pada 100 hari pertama saya menjabat yakni sekitar November 2009 hingga Januari 2010, saya akan melanjutkan program tahun 2009 yang telah ditetapkan oleh menteri sebelumnya, katanya."
(Foto & Berita: Media Indonesia Online) Berita lengkap...

Pendidikan Network senang dengan berita "perbaikan sekolah" dari Mendiknas baru Pak Mohammad Nuh, tetapi Hati-Hati "5 Tahun Bekerja, KemenDikNas Dinilai Gagal!".

Membuka kesempatan supaya "semua anak" dapat masuk sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif adalah isu yang paling penting.

Salah satu tantangan besar adalah membuat sistem audit yang dapat mengatasi kesempatan untuk korupsi "di Semua Tingkat dari KemenDikNas, Dinas Pendidikan, hingga Sekolah" dan khusus "Dinas Pendidikan".

Satu tantangan lagi adalah mengimplementasikan program pemiliharaan sekolah yang efektif yang dapat menjaminkan sustainability infrastrukturnya (tanpa ini kita dapat gagal). Sudah ada program di KemenDikNas yang belum dilaksanakan secara efektif dari tahun 1999.

Kami percaya bahwa kalau di samping program Perbaikan Infrastruktur Sekolah kita dapat mengimplementasikan Pembelajaran Secara Kontekstual (PAKEM) di semua sekolah, kita sudah betul on-track untuk masuk arena global.

Selamat berjuang!
Semoga sukses

Berita Pendidikan
Profile Pendidikan Dalam Berita

"Siap Jadi Mendiknas? Ini yang Harus Dilakukan"
(Prof. Muhammad Ali)

"Kunci Memenangkan Era Global Tergantung SDM"
(Prof. Muhammad Ali)

"5 Tahun Bekerja, KemenDikNas Dinilai Gagal!"
(Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan)

"KemenDikNas Dapat Penghargaan Kinerja Terbaik 2009"
"KemenDikNas Yakin Tetap Akuntabel"
(Mendiknas Bambang Sudibyo)

Akuntabel? "Akuntabel Ke Rakyat" Yang Paling Penting Kan?

Bagaimana dengan Manajemen Anti-Korupsi di Bidang Pendidikan?
"Dugaan Korupsi di Sektor Pendidikan Capai 852,7 Miliar"

Bagaimana Monitoring Manajemen Dana Pendidikan di Lapangan?
"Waduh...60 Persen Sekolah Tilap Dana BOS!"

Apa 'Sekolah Gratis' & 'SMK Bisa' Sudah Menjadi Kenyataan di Semua Sekolah?
(Berapa persen sekolah yang gratis?) (Berapa persen SMK yang Lengkap?)

Bagaimana Mutu Perencanaan Dan Program Terhadap Kebutuhan Di Lapangan?

"Nusa Dua (ANTARA News Maret 2007) - Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Bambang Sudibyo, menegaskan bahwa alokasi dana pendidikan senilai Rp42 triliun atau sekira 11,2 persen dari APBN 2006 telah mampu membangun Jaringan Pendidikan Nasional (Jardiknas)."

"Bambang Sudibyo menambahkan, adanya fasilitas ICT akan mampu memperbaiki akses pendidikan yang bermutu, yang selama ini sulit diakses oleh mereka yang bermukim di kawasan terpencil."
(Ref: "Dana Pendidikan 11,2 % Mampu Bangun Jardiknas")

Padahal tahun 2009 rasio: "Satu Komputer Untuk 2.000 Siswa" dan "dari jumlah total yang mencapai 200.000 sekolah, sekitar 182.500 sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA se-Indonesia belum terakses internet" Kebanyakan sekolah belum mempunyai cukup komputer untuk mengajar Mata Pelajaran TIK (yang penting untuk semua anak), apa lagi menggunakan komputer untuk pembelajaran, kan?

Apa kemajuan terhadap "mutu pendidikan ... di kawasan terpencil" akhirnya?
Dan di mana bahan pembelajaran "yang bermutu" itu, kami belum dapat temui?

Maupun "Rendahnya Akses Internet, E-Book (BSE) Tak Efektif"

Kelihatannya, Baru Pada Tahun 2015 Sekolah-Sekolah "Mungkin" Akan Mempunyai Cukup Komputer Untuk Mengajar "Mata Pelajaran TIK" Kalau Targetnya Tercapai. Tetapi kelihatannya ada banyak faktor yang belum diatasi, misalanya semua komputer yang ada sekarang akan perlu diganti (atau diupgrade), siapa yang bertanggungjawab untuk pemiliharaannya? Bukankah sekolah-sekolah sekarang sulit mengurus fasilitas yang sudah ada? Bukankah Banyak Sekolah Yang Masih Rusak atau Ambruk?

"Jumlah ruang kelas (SD dan SMP) rusak berat juga meningkat, dari 640,660 ruang kelas (2000-2004 meningkat 15,5 persen menjadi 739,741 (2004-2008)."
Ref: ICW: Analisis 5 Tahun Pemberantasan Korupsi Pendidikan (2004-2009)

Mungkin pada tahun 2015 +++, bila jumlah komputer terus ditambah dan bahan yang bermutu sudah siap, pembelajaran online dapat mulai sebagai salah satu strategi nasional
(Bukan yang terbaik! Belajar di kelas masih adalah cara belajar yang terbaik!). Tetapi, apa kurikulumnya pada tahun 2015 +++? Teknologinya tahun 2015 +++? Apakah bahan yang dibuat sekarang akan bermanfaat pada tahun 2015 +++?

Yang perlu ditanya, mengapa KemenDikNas mendukung 'proyek-proyek' seperti ini, walapun masalah-masalah dasar yang jelas sangat mempengaruhi mutu pendidikan seperti banyak sekolah yang rusak, dll, kelihatannya kurang diperhatikan?

Akuntabel.......? Apa artinya "akuntabel" dalam bahasa Indonesia? Saya tidak dapat ketemu kata "akuntabel" di Kamus Besar KemenDikNas Edisi Ketiga (2001). "Akuntabel" juga tidak ada di Tesauras saya (Eko Endarmoko, 2006). Apakah akuntabel adalah "kata" atau "sesuatu" baru di Indonesia?

Bahasa Inggris (accountable)
1 : subject to giving an account : answerable (held her accountable for the damage)
2 : capable of being accounted for : explainable
Ref: http://www.merriam-webster.com/dictionary/accountable

Menurut saya, menjalankan program pembelajaran berbasis-Internet dan komputer sebagai strategi nasional untuk sekolah-sekolah yang tidak mempunyai infrastruktur adalah "tidak akuntabel" (tidak dapat dijelaskan - not explainable).

Sejak Agustus 2008 Presiden Kita Meminta:
"Jangan Ada Lagi Gedung Sekolah Rusak"

Dan, "Saya minta biaya rutin dan manajemen lembaga agar tetap efesien dan jangan ikut naik, kata Yudhoyono."
Mengapa: "Sekolah Negeri Diizinkan Menaikkan Biaya" ???
Akuntabel.......?

Apa lagi kalau KemenDikNas (Pusat Pendidikan) tidak dianggap akuntabel (answerable) untuk semua korupsi di bidang pendidikan dan "monitoring" manajemen dana pendidikan di lapangan ini juga sesuatu yang aneh, bukan? Siapa yang akuntabel?

"Dari kasus ini terlihat bahwa, dinas pendidikan telah menjadi institusi paling korup dan menjadi isntitusi penyumbang koruptor pendidikan terbesar dibanding dengan institusi lainnya. Hal ini dapat dipahami mengingat adanya desentralisasi pendidikan yang disertai rendahnya kontrol atas dinas pendidikan dan jajarannya."
Ref: ICW: Analisis 5 Tahun Pemberantasan Korupsi Pendidikan (2004-2009)

Maksud saya KemenDikNas wajib untuk berperan aktif dan bertanggungjawab untuk membuat solusi untuk pemberantasan korupsi di bidang pendidikan (Musuh #1).

Kalau "KemenDikNas Dapat Penghargaan Kinerja Terbaik 2009" - Congratulations! Tetapi saya sendiri tidak dapat paham Sistem Penghargaan yang kelihatannya kurang efektif mencerminkan semua kebutuhan dan keinginan rakyat (Sekolah yang Baik (Aman, Nyaman & Efektif), Pendidikan yang Bermutu, Pemberantasan Korupsi di Semua Instansi Pendidikan, & Biaya Pendidikan yang Terjangkau Untuk Semua Anak-Anak di Indonesia (Maupun Pendidikan Yang Gratis - Sesuai Iklan Di TeleVisi)).

Semoga kita dapat menyaksikan peningkatan sinergi (antara KemenDikNas dan Rakyat) terhadap isu-isu terpenting untuk praktisi pendidikan di lapangan. Semua pelajar maupun guru berhak untuk masuk sekolah yang aman dan nyaman dengan suasana belajar yang kondusif. Ini menurut saya adalah prioritas utama di Indonesia sekarang. Fokus: Meningkatkan mutu!


Sudah waktunya Reformasi Birokrasi dan Pendidikan yang Jelas Untuk Rakyat, Kan?
(Silakan memasang saran anda di Facebook)

Kapan Pemerintah Kita Akan Serius Mengenai Korupsi Di Pendidikan?
(Maling Masa Depan Bangsa)


Dugaan Korupsi di Sektor Pendidikan Capai 852,7 Miliar
Friday, September 11, 2009 16:45:00

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) bersama Koalisi Pendidikan datang ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melaporkan temuan dugaan korupsi di sektor pendidikan. Nilainya mencapai Rp. 852,7 miliar.

Korupsi Dana Pendidikan, dari Dinas hingga Sekolah
Wednesday, September 09, 2009 19:45:00

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyelewengan dana pendidikan utamanya dilakukan aparat dinas pendidikan di daerah dan sekolah. Peluang penyelewengan dana pendidikan itu terutama dalam alokasi dana rehabilitasi dan pengadaan sarana prasarana sekolah serta dana operasional sekolah.

Penindakan Korupsi di Sektor Pendidikan Payah, Sangat Rendah!
Wednesday, September 09, 2009 19:24:00

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) menyatakan, penindakan kasus korupsi di sektor pendidikan masih sangat rendah, antara lain karena penegak hukum terkesan tidak terlalu serius dalam mengurus jenis kasus korupsi bidang pendidikan.

Waduh...60 Persen Sekolah Tilap Dana BOS!
Wednesday, September 09, 2009 17:47:00

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) menyatakan, sekitar 60 persen dari sekolah yang menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) menyelewengkan dana yang telah diberikan kepada masing-masing sekolah tersebut.

Rapornya Merah, Mendiknas Tak Layak Dipertahankan!
Selasa, 15 September 2009 19:55:00

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo juga didapuk sebagai menteri Kabinet Indonesia Bersatu yang mendapat nilai merah atas kinerjanya dalam lima tahun terakhir.



Seputar Berita Pendidikan
[ Halaman 1 ] [ Halaman 2 ] [ Halaman 3 ]

[ HOME ]


Jurnal Pendidikan Network



 Suara Masyarakat
Latest Post
. renovasi sekolah
. Semua SLTA, SMK dan SLTP ...
. Nem untuk sma favorit dit...
. Sekolah Dasar Swasta tida...
. Uji Sertifikasi
Latest Response
. Re: Uji Sertifikasi
. Re: Sertifikasi Guru
. Re: Sertifikasi Guru
. Re: Sertifikasi Guru
. Re: Nem untuk sma
 Pendidikan Kelas Dunia
  
Pendidikan Kelas Dunia
  
 E-MajalaH InfoTek Online
  
E-MajalaH Online

  
 Website / Kegiatan Kami
  
Sains.TV

TV Pendidikan

E-Pemerintah - Menuju E-Government



Mad Scientist

Mencari Lowongan
Memasang Lowongan Kerja



Mencari Beasiswa
Meminta Bantuan Beasiswa
Membantu dengan Beasiswa

Sekolah Internasional
Sekolah Nasional Plus

Membaca - Mengirim Saran

  
 Baca Berita Setiap Hari
  

Salah satu tujuan Pendidikan Network adalah membantu Pelajar dan Guru di Indonesia untuk mencari informasi mengenai Perkembangan Pendidikan. Kebiasaan Membaca adalah isu yang sangat penting dan Kami memasang berita baru di website ini dengan tujuan membantu tetapi itu sangat penting bahwa anda membaca berita secara luas setiap hari. Coba membaca beberapa artikel setiap hari:

Media Indonesia News and Views

Kompas.Com

Republika Online

Suara Pembaruan

Harian Komentar

detikNews Situs Warta Era Digital

Web.Bisnis.Com

TheJakartaPost.Com

  
 Poll Kurikulum
  
Mutu Kurikulum / Silabus Disebut Sebagai Hal Utama Bagi Pendidikan (Poll terakhir). Masalahnya Apa?
Terlalu Padat
Kurang Keterampilan
Kurang Teknologi
Sulit Dilaksanakan
Sering Dirubah

View Results
Other Poll

Votes: 2284

  
 Lowongan Pendidikan
  



  
 Saran Masalah Kurikulum
  

Membaca/Mengirim Saran

  
 Poll Pornografi & Sekolah
  
Sampaikan Saran Anda

  
 Saran/Chat/Info Online
  

  
 International Education
  

Enter University



  
 Pojok - Pojok Kita
  
Pojok SiswaPojok Guru
Pojok KepsekPojok TU


  
 Kegiatan & Aktivitas
  
Ikut Kegiatan Kami

  
 Teknologi & Lowongan
  

Teknologi Pendidikan
[ E-Pendidikan.Com ]

Oleh karena jarak antar propinsi di Indonesia cukup jauh, maka untuk mengadakan komunikasi antar semua sektor pendidikan menjadi lebih sulit. Internet adalah salah satu pilihan untuk mengatasi masalah ini. Apa itu Internet? Apa saja yang diperlukan untuk menyambung ke Internet? Bagaimana sekolah bisa menyediakan dana untuk mengadakan kegiatan Internet? Bagaimana mengenai Laboratorium Bahasa dan Computer? Bagaimana kita bisa mendapatkan E-Mail Gratis dan membuat Homepage Gratis? Pertanyaan-pertanyaan ini dan banyak hal lain dapat Anda temukan jawabannya di E-Pendidikan.Com.



Pekerjaan & Lowongan
[ Indo-Jobs ]

Pada umumnya ada dua macam pendidikan; Pendidikan Kejuruan dan Pendidikan Umum. Menurut webmaster homepage ini hanya ada satu macam pendidikan, oleh karena semua pendidikan bermuara kepada pekerjaan (apakah itu lulusan sekolah teknisi atau universitas kedokteran). Homepage IndoJobs dibuka sebagai mata rantai (link) dalam dunia pendidikan untuk membantu mencapai hasil yang maximal di dunia Global untuk siswa dan pendidik kita.

Kujungi Homepage IndoJobs di Indo-Jobs



Teachers' Corner Int'l
[ TeacherCorners.Com ]

Untuk meningkatkan profesionalisme sebagai guru kita wajib berkomunikasi dan tukar informasi dengan guru-guru lain di Indonesia. Komunikasi adalah salah satu kunci untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Supaya pengetahuan dan metodologi kita tidak ketinggalan, kita memang wajib berkomunikasi dengan guru-guru dari luar negeri juga. Di "International Teachers' Corner" Anda dapat berkomunikasi dengan guru-guru dari negara lain yang mendaftar khusus untuk tukar dan membagi informasi (Anda tidak perlu pandai sekali Bahasa Inggris).


  
 Seorang Aktivis HAM
  


Selamat Jalan Pak Munir!